Jumat, 17 Juli 2020

SENI GRAFIS

 

Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Seni, seni ini sudah tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan sehari-hari manusia. Bahkan sering kali seni masuk ke dalam benda-benda yang digunakan oleh manusia setiap harinya.

Contohnya adalah motif yang ada pada baju, ternyata motif tersebut merupakan bagian dari seni. Namun sudahkah kalian paham apa itu seni grafis? Nah, pada kesempatan kali ini pintarnesia akan memberikan materi tentang seni grafis beserta teknik dan jenisnya lengkap.

Pengertian Seni Grafis

pengertian seni grafis

Seni grafis adalah seni dua dimensi yang dibuat menggunakan media cetak. Contohnya adalah sablon (silkscreen), cetak datar (lithography), cetak tinggi (stempel), dan sebagainya. Esensi dari seni grafis sendiri adalah membuat cetakan yang bisa digunakan untuk mentransfer gambar dari cetakan ke media yang lain seperti kertas.

Secara etimologi grafis ini berasal dari bahasa Yunani “graphein”, yang artinya adalah menggambar atau menulis. Grafis dalam bahasa Inggris adalah “graphic” atau “graph” yang artinya adalah membuat tulisan, lukisan dengan cara digores atau ditoreh.

Grafis memang terdengar seperti desain grafis atau gambar, namun sebenarnya maksud dari grafis ini adalah seni dalam mencetak manual tanpa menggunakan mesin cetak. Meski mesin cetak menjadi teknologi yang lebih canggih sekarang ini namun cetak grafis masih sering digunakan.

Alasannya adalah karena pilihan estetis yang dilakukan seorang seniman dalam memilih teknik serta media yang digunakan. Atau bisa juga karena metode cetak grafis manual lebih efisien daripada mesin cetak.

Mesin cetak hanya efektif dipakai untuk membuat atau produksi dalam skala yang besar sekelas industri.

Sejarah Seni Grafis

sejarah seni grafis

Kesenian yang ada sekarang ini tidak muncul begitu saja, ada beberapa sejarah kemunculan dan juga perkembangan seni sampai akhirnya mencapai titik seperti ini. Sedangkan untuk sejarah seni grafis sendiri ada dua, yaitu sejarah seni grafis di dunia dan sejarah seni grafis di Indonesia.

Sejarah Seni Grafis di Dunia

Jika biasanya seni rupa asalnya dari peradaban Eropa, untuk seni grafis ini asalnya dari Asia, tepatnya di Daratan China sejak ditemukannya media berupa kertas. Karena memang sudah umum diketahui bahwa penemu kertas pertama kali adalah negeri Tiongkok ini pada Dinasti Ying di taun 105 M.

Jadi pada awalnya seni grafis ini dipakai untuk memperbanyak tulisan-tulisan keagamaan saja. Naskah-naskah keagamaan biasanya diukir di atas kertas atau di atas kayu.

Namun bukan cuma negara China saja, naskah yang mempunyai seni grafis dan juga diukir di kayu juga ditemukan di negara Korea dan Jepang. Biasanya naskah-naskah ini mempunyai karakteristik yang kuat, contohnya seperti mengandung kultur kebudayaan kuno dan juga tahan lama.

Kontribusi negara China dalam perkembangan seni grafis Dunia sangat besar, berkat ditemukannya kertas dan juga teknik wood block yang China kembangkan. Namun sebelum mereka menemukan teknik wood block, ada beberapa tahap lagi. Mulai dari fase mengukir di batu sampai ditemukannya kertas.

Di tahun 165 M, para penganut Konfusius Klasik mereka selalu menuliskan naskah keagamaan mereka dengan cara mengukirnya di atas batu supaya dokumen tersebut bisa tahan lama. Pengukiran di atas batu ini dianggap cara yang paling tepat dalam menyimpan dokumen.

Namun karena buku batu sangat berat, dan juga memakan banyak tempat penyimpanan. Karena itulah mulai dibuat teknik wood block printing dalam kegiatan proses penggandaan naskah keagamaan.

Teknik ini mulai dipakai pada abad yang ke 6 sampai akhir abad ke 9. Hal ini disimpulkan berdasarkan penemuan kertas rami yang diperkirakan berasal dari tahun 650-670 M di masa Dinasti Tang. Wood block printing sendiri merupakan sebuah teknik cetak yang diawali dengan mengukir dokumen di atas blok kayu.

Blok-blok kayu yang sudah selesai diukir setelah itu diberi pewarna atau tinta dan ditekan ke atas kertas sampai gambar yang ada di blok kayu tersalin dengan rapi ke atas kertas. Nah, inilah awal berkembangnya seni grafis di dunia.

Sejarah Seni Grafis di Indonesia

Untuk sejarah seni grafis di Indonesia sama seperti cabang seni lainnya, seni grafis ini mulai berkembang di negara Indonesia pada saat kolonialisme masuk ke Indonesia, namun yang paling berperan adalah pada saat kolonialisasi negara Belanda.

Dalam masa penjajahan Belanda, pemerintah Belanda meminta beberapa seniman dari negaranya merekam pemandangan alam yang ada di Indonesia. semua rekaman keindahan Landscape Indonesia dibuat dalam bentuk sebuah lukisan yang beraliran romantisme.

Beberapa ada juga yang menggunakan teknik wood engraving dan lithografi. Kegiatan inilah yang kemudian mengenalkan masyarakat Indonesia dengan yang namanya seni grafis. Namun bukan caranya yang mereka kenal, tetapi hanya sebatas obrolan saja dengan orang asing.

Namun saat seni grafis sudah dipelajari dan juga dikena lebih dalam, keberadaan di Indonesia cuma dianggap sebagai seni kelas dua saja. Seni grafis sering dianggap sebagai seni yang cuma mendampingi jenis seni yang lain.

Sampai akhirnya pada tahun 1970-1980 ada beberapa pameran seni grafis yang dilakukan secara mandiri atau tunggal. Dalam pameran ini seni grafis tidak dipamerkan sebagai pendamping seni lukis atau seni patung, melainkan mereka mendapat tempatnya sendiri dalam pameran seni.

Pameran seni grafis ini diadakan di kota Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Dua tahun setelah dilakukannya pameran, barulah muncul kelompok yang berfokus pada seni grafis, yaitu Deccenta.

Kemudian di akhir 1990 merupakan masa perubahan besar terhadap seni grafis yang ada di negara kita. Post-Modern menjadi aliran yang semakin populer dan banyak seniman latah yang membuat karya seni mereka di tempat yang tidak lazim.

Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, seni grafis di dorong dan juga dapat berkembang dengan sangat pesat sampai dikenal sebagai sesuatu yang sekarang ini disebut desain grafis.

Contoh Seni Grafis

Ada banyak sekali contoh seni grafis yang kita jumpai dalam kegiatan sehari-hari kita. Nah berikut ini adalah beberapa contoh seni grafis dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin tanpa kalian sadari itu termasuk dalam contoh seni grafis. Contoh seni grafis:

Stempel

contoh stempel

Banner

contoh banner

Poster

contoh poster

Sablon

contoh sablon

Jenis dan Teknik Seni Grafis

Ada beberapa jenis seni grafis yang umum di dunia, ketujuh jenis seni grafis ini dibedakan berdasarkan dari teknik cetak yang dipakai dalam proses pembuatannya. Apa sajakkah ketujuh teknik seni grafis tersebut? Berikut ini akan saya  jelaskan teknik-teknik seni grafis.

1. Cetak Saring (Silkscreen)

Jenis teknik cetak yang pertama adalah cetak saring atau yang biasa disebut dengan cetak sablon. Teknik in biasanya digunakan dalam pembuatan spanduk, poster, maupun gambar pada kaos.

Dalam menggunakan teknik sablon ini biasanya mereka (para penyablon) akan menggunakan cetakan yang terdiri atas bahan yang elastis atau lentur dan halus seperti kain kasa Seniman grafis terkenal yang sering menggunakan teknik ini adalah Joseft Albert, Chuck Close, dan Andy Warhol.

2. Cetak Tinggi (Relief)

Cetak tinggi merupakan kegiatan memperbanyak gambar lewat alat cetak yang terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah bagian menonjol seperti relief, area yang akan mencetak gambar disebut dengan plat atau acuan.

Bagian yang kedua adalah non-image, yaitu tempat yang lebih rendah yang sengaja dicukil supaya tidak mendapat tinta atau cat.

Cetak tinggi adalah teknik dengan klise yang permukaannya tinggi dan rendah, di bagian dengan permukaan tinggi merupakan tempat untuk meletakan pigmen warna dan sebagai penghasil gambarnya.

Jadi pada intinya cetak tinggi ini membuat cetakan seperti sebuah stempel, yaitu membuat relief dengan mencukil bahannya yang bisa berupa karet atau kayu supaya bisa mencetak gambar yang diinginkan.

Dikarenakan dulu bahan yang paling sering digunakan adalah kayu, kadang teknik ini sering disebut dengan nama cetak woodcut. Namun sekarang bahan karet (lino) sudah menjadi alternatif yang banyak digunakan karena bahannya yang lunak dan juga mudah dicukil.

3. Cetak Datar (Litografi)

Cetak datar adalah teknik yang melibatkan proses kimia yang membuat sebagian dari permukaan datar bisa menolak tinta. Litografi merupakan teknik yang dipakai untuk menggunakan teknik yang satu ini.

Litografi adalah sebuah teknik yang ditemukan pada tahun 1798 oleh Alois Senefelder. Teknik ini didasarkan pada tolakan kimia yang terjadi antara minyak dengan air. Teknik ini memakai batu litograf atau limestone sebagai media gambarnya yang dicetak dengan menggunakan tinta / alat gambar yang berbasis minyak.

Setelah gambar yang akan dicetak selesai digambar di batu litograf tersebut, batu litograf kemudian dilapisi dengan menggunakan cairan kimia seperti asam nitrat, gun arabic, asam fosfat, sampai terjadi reaksi kimia yang membuat area yang sudah digambar menjadi tinta litograf.

Setelah proses kimia tersebut terjadi, tinta litograf akan bisa disapukan di permukaan batu. Tita hanya melekat di partikel tinta berminyak yang sudah digambar dan ditolakkan di bagian lain. setelah itu kertas akan ditekan oleh alat pres di batu litograf dan gambar akan ditransferkan ke kertas.

4. Cetak Dalam

Jenis cetak teknik seni grafis yang selanjutnya adalah cetak dalam, yaitu kebalikan dari cetak tinggi. Jadi pada teknik ini bagian yang lebih rendahlah yang menghasilkan atau penghasil gambar. Terus bagaimana caranya bagian permukaan tersebut bisa mencetak gambar?

Pertama, cetak dalam in dibuat dengan memakai bahan cetak aluminium atau bisa juga kuningan yang permukaannya ditoreh sampai menghasilkan goresan yang dalam.

Setelah itu tinta akan dibalurkan di semua permukaan cetakan yang sudah ditoreh dalam, kemudian permukaan akan lap dan menyisakan tinta yang ada di bagian dalam permukaan saja. Kemudian kertas yang sedikit dibahasi akan ditempel atau dipres ke permukaan cetakan dan tinta akan pindah ke kertas.

Jenis-jenis cetakan dalam diantarnya adalah mezzo tint, etsa, drypoint, dan sebagainya. Teknik ini mempunyai beberapa sub teknik yang lain, yaitu:

Engraving

Teknik ini memakai burin sebagai media atau alat utama dalam menggunakan teknik dan pemakaian logam sebagai medianya. Cara membuatnya adalah dengan mengukir logam memakai burin tadi. Kemudian setelah ukiran tersebut selesai, oleskan cat ke seluruh permukaan dari logam.

Setelah itu cat dibersihkan sampai cuma menyisakan di bagian yang diukir. Ukiran yang masih mempunyai cat akan di pres ke media cetak seperti kain atau kertas untuk memperoleh motif ukiran yang diinginkan.

Etsa

Etsa atau yang sering disebut Etching adalah teknik cetak dalam yang memakai tembaga sebagai alat atau media ukirnya. Cara kerja dari teknik Etsa ini cukup mudah, yaitu dengan menutup semua permukaan tembaga memakai lilin.

Kemudian setelah itu permukaan lilin akan diukir dengan menggunakan jarum etsa yang tahan sampai permukaan tembaganya terlihat.

Setelah permukaan tembaga tersebut tergores, rendam semua permukaan logam memakai cairan asam supaya korosi terjadi pada permukaan yang tergores. Setelah korosi terjadi, silahkan bersihkan semua lilin dan cetakkan ke media seperti kertas dengan cara di pres tekanan tinggi.

Mezzoint

Teknik ini memakai alat khusus yang disebut dengan rocker, cara kerja dari teknik ini adalah dengan mengerok atau menggali permukaan logam supaya meninggalkan kesan gelap terang, selain itu gambarnya juga harus dibuat kasar di beberapa bagian.

Teknik yang satu ini biasanya digunakan untuk mencetak foto.

Drypoint

Teknik yang satu ini sebenarnya sama seperti teknik engraving, yaitu membuat ukiran di atas permukaan benda logam. Yang membedakannya adalah alat yang digunakan pada teknik ini merupakan alat yang tajam, bukan burin.

Seniman yang memperkenalkan teknik drypoint adalah seseorang dengan julukan Housebook Master yang berasal dari Jerman di abad ke 15 M.

5. Cetak Foto

Teknik ini merupakan teknik modern yang menggunakan kamera untuk pengambilan gambar cetakan. Proses dalam fotografi ada dua, yaitu proses pencucian film, dan yang kedua adalah proses percetakan foto.

Namun sekarang teknik ini sudah bergeser menjadi printing dengan menggunakan alat otomatis dan jarang sudah jarang orang yang menggunakan teknik cetak foto untuk menghasilkan foto.

6. Kolagrafi

Kolagrafi adalah sebuah teknik yang caranya adalah dengan meletakan motif cetakan di bawah sebuah keras, kemudian kertas tersebut akan diarsir atau dicat dengan memakai pensil dengan penekanan.

Kemudian kertas akan dilepas dari cetakan dan menghasilkan objek yang timbul dan bagian yang tidak ikut tergambar akan cekung.

7. Cetak Stensil

Cara kerja dari teknik yang selanjutnya yaitu teknik stensil adalah dengan memotong kertas sesuai motif yang diinginkan setelah itu ditempel di media cetak. Setelah ditempel, media cetak tersebut dicat atau bisa juga disemprot dengan memakai cat semprot.

Setelah cat tersebut kering, kertas dilepas dan akan meninggalkan motif di media cetakan tersebut.

Alat dan Bahan Seni Grafis

alat dan bahan seni grafis

Alat dan juga bahan yang digunakan dalam seni grafis sangat bermacam-macam. Hal ini biasanya akan bergantung ada teknik yang digunakan oleh si pembuat. Berikut ini adalah beberapa alat dan bahan pembuatan seni grafis yang biasa digunakan:

1. Alat Seni Grafis

Berikut ini adalah beberapa alat yang biasa digunakan dalam pembuatan seni grafis, yaitu:

  • Burin
  • Pisau
  • Pisau pahat
  • Rocker
  • Paku dan besi runcing
  • Screen
  • Kamera
  • Meja sablon
  • Printer
  • Komputer
  • Rakel
  • Alat pres

2. Bahan Seni Grafis

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan seni grafis adalah sebagai berikut:

  • Kertas kasa
  • Besi
  • Hardboard
  • Batu kapur
  • Lempeng logam
  • Tinta
  • Cat minyak
  • Kertas karton
  • Film kamera
  • Kertas foto
  • Bahan cuci film
  • Memori kamera
  • Cat sablon
  • Bahan afdruk
  • Ulano
  • Kromatin

Fungsi Seni Grafis

fungsi seni grafis

Dibandingkan dengan jenis seni yang lainnya, mungkin seni grafis ini mempunyai fungsi atau kegunaan yang lebih banyak dibandingkan estetika dan nilai ekonominya. Seni grafis ini mempunyai fungsi mereka sendiri, yaitu:

1. Media Komunikasi

Seni grafis bisa kita gunakan sebagai media komunikasi yang mempunyai visual yang menarik perhatian. Umumnya pada saat kita mengambil peran sebagai media komunikasi, seni grafis ini juga dilengkapi dengan adanya kalimat menarik, jadi bukan cuma gambar saja.

Contoh media komunikasi yang memakai seni grafis untuk medianya adalah banner, slogan, poster, dan sebagainya.

2. Media Promosi

Selain sebagai media komunikasi, seni grafis juga menjadi salah satu media promosi yang ampuh dan sering digunakan oleh perusahaan untuk mengenalkan produk-produknya. Seni grafis ini dipilih karena lebih informatif dan lebih eye catching saat dilihat.

Seni grafis ini sering menarik perhatian mata, jadi menggunakan seni grafis ini untuk mengenalkan produk sebuah perusahaan akan menjadi langkah yang tepat.

3. Apresiasi Seni

Fungsi lain dari seni grafis yang selanjutnya adalah sebagai media untuk apresiasi seni. Seni grafis ini lebih menonjolkan estetika seni yang ditampilkan dan minim dengan kata-kata. Kreatifitas dan jiwa seni yang tinggi diperlukan untuk membuat sebuah desain apresiasi seni.

4. Menyalurkan Hobi

Untuk kalian yang suka melakukan hal-hal kreatif, kalian dapat menyalurkan hobi kalian tersebut untuk membuat desain grafis. Karena sekarang ini praktik pembuatan desain grafis menjadi lebih menarik dan juga lebih mudah dipelajari.

5. Menambah Penghasilan

Fungsi yang satu ini menjadi fungsi komersil dan tidak bisa dihindari. Menekuni bidang dunia grafis memang bisa menjadi sumber penghasilan. Karena sekarang ini desain mempunyai harga yang lumayan tinggi. Terutama pembuatan desain untuk media promosi atau keperluan cover buku.

CARA MEMBUAT DESAIN POSTER ONLINE

 Cara Membuat Desain Poster Yang Menarik Dengan Canva

  1. Buka Canva.com
  2. Cari menu create design dan pilih menu Poster
  3. Pilih template untuk memulai desain poster anda (PILIH YANG FREE/GRATIS)
  4. Edit gambar dan text di template poster sesuai kebutuhan
  5. Download desain poster yang sudah anda buat (pilih JPG/PDF?lainnya)

Apabila Anda masih bingung dalam menentukan konsep desain, cobalah “meniru” dari desain poster yang tersedia di Internet dan ubahlah sesuai kebutuhan Anda seperti logo, kata-kata, warna, dan lain sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kami berikan beberapa tips desain poster yang bisa Anda coba praktekkan sendiri.

Tips Desain Poster

1. Poster Harus Mudah Dibaca dan Mudah Dimengerti

Tips pertama, pastikan poster mudah dibaca serta mudah dimengerti sehingga informasi yang akan Anda berikan kepada target audiens dapat tersalurkan dengan jelas dan tidak terjadi miskomunikasi ataupun kesalahpahaman.

2. Pemilihan Jenis dan Ukuran Font untuk Poster

Masih terkait dengan tips sebelumnya, saat mendesain poster sebaiknya pertimbangkan kembali jenis font yang digunakan, apakah mudah dibaca atau tidak, dan juga ukurannya perlu diperhatikan supaya tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

3. Pemilihan Warna untuk Poster

Pemilihan warna saat mendesain poster biasanya akan berkaitan dengan tema warna yang menjadi identitas dari acara, produk, atau bisnis Anda secara keseluruhan supaya membuat target audiens menjadi familiar dan mudah membedakan dari yang lainnya.

4. Desain Poster Jangan Terlalu “Ramai”

Tips selanjutnya adalah membuat desain yang eye-catching alias menarik perhatian, yang tidak berarti harus penuh warna-warni atau penuh dengan ornamen serta elemen yang malah membingungkan.

5. Desain Minimalis Tidak Masalah

Desain simpel dan minimalis pun bisa menarik perhatian selama desain tersebut menggugah rasa penasaran dan keingintahuan dari target audiens sehingga akan meningkatkan kemungkinan poster tersebut dibaca oleh meeka.

6. Pemilihan Ukuran Poster

Seperti sudah dibahas sebelumnya, pemilihan ukuran poster akan sangat bergantung pada luas bidang dan lokasi yang menjadi target pemasangan poster, sehingga hal ini harus dipertimbangkan pada saat mendesainnya.

7. Desain Untuk Setiap Ukuran

Kalau Anda belum mengetahui lokasi pemasangan, buatlah beberapa versi poster untuk berbagai ukuran untuk menyesuaikan ukuran font, layout, dan desain poster supaya tetap jelas terbaca oleh target audiens, apapun ukuran yang digunakan.

8. Target Audiens

Tips terakhir, pastikan desain poster Anda disesuaikan dengan target audiens yang anda sasar, baik dari segi demografis ataupun psikografis, sehingga akan dapat lebih meningkatkan peluang ketertarikan audiens tersebut untuk membaca poster yang dipasang.

Mencetak Poster

Setelah desain poster selesai dibuat, selanjutnya adalah menyiapkan poster untuk dicetak sesuai dengan jumlah yang Anda inginkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat akan mencetak poster yang biasanya dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Menyiapkan file mentah dari poster yang ingin dicetak (format .cdr, .ai, .psd, atau .jpg dan .png yang memiliki resolusi tinggi),
  • Tentukan jenis dan ketebalan kertas yang akan digunakan,
  • Pada beberapa tempat percetakan biasanya akan lebih murah apabila Anda membeli dan menyediakan kertas sendiri.
  • Tentukan apakah akan menggunakan percetakan digital atau offset (akan kami jelaskan lebih lanjut di bawah ini).

Percetakan Digital vs Offset

Dalam memilih vendor percetakan, biasanya mereka akan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu vendor percetakan digital dan vendor percetakan offset, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kerugiannya tersendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Percetakan Digital

Pada percetakan digital, biasanya mesin yang akan digunakan adalah mesin printer laser yang memiliki resolusi besar dan proses pengerjaan yang cepat.

Beberapa kelebihan dan kekurangan dari percetakan jenis digital ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Bisa mencetak satuan,
  • Untuk kuantiti sedikit (di bawah 500-1000 lembar) umumnya akan lebih murah dibandingkan percetakan offset,
  • Biasanya akan lebih mahal apabila membutuhkan cetak poster dalam kuantitas besar,
  • Luas bidang yang bisa dicetak bervariasi, namun umumnya vendor percetakan digital printing hanya menyediakan cetak pada ukuran maksimal A3,
  • Proses pengerjaan umumnya lebih cepat dibandingkan offset

Kelebihan dan Kekurangan Percetakan Offset

Percetakan offset merupakan metode percetakan yang paling tepat untuk skala besar, yang mana pada mesin offset percetakan dilakukan dengan cara memindahkan materi desain dari plat ke suatu lapisan karet untuk kemudian baru dicetak pada kertas.

Beberapa kelebihan dan kekurangan dari percetakan jenis offset ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Tidak bisa mencetak satuan, kalaupun dipaksakan maka harganya akan sangat mahal,
  • Jauh lebih murah apabila mencetak dalam kuantitas besar (> 1000 lembar poster),
  • Sama seperti digital printing, luas bidang yang dicetak bervariasi dan tergantung dari mesin cetak yang dimiliki oleh vendor, tetapi rata-rata bisa mencetak hingga ukuran A0,
  • Bisa menggunakan tinta khusus seperti emas dan perak,
  • Proses pengerjaan lebih lama dibandingkan percetakan digital.

Faktor yang mempengaruhi biaya cetak poster

Beberapa faktor yang akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan untuk mencetak poster antara lain adalah sebagai berikut:

  • Jenis bahan kertas yang digunakan,
  • Ukuran kertas poster,
  • Hitam-putih atau berwarna (full colour),
  • Jumlah poster yang akan dicetak,
  • Desain poster juga biasanya berpengaruh pada percetakan offset
  • Finishing pada poster (Laminasi doff, glossy, atau penggunaan spot UV atau emboss)



CONTOH PENERAPAN RAGAM HIAS PADA BAHAN TEKSTIL

Penerapan Ragam Hias Pada Bahan Tekstil

ragam hias adalah bentuk-bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun secara berulang-ulang sesuai pola tertentu, diterapkan pada karya seni atau kerajinan dengan tujuan untuk memperindah atau menghias. Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenun, tatah sungging, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Teknik penggubahan motif ragam hias adalah secara realis, stilasi, dan deformasi. Ragam hias tersebut muncul dengan bentuk-bentuk yang bervariasi. Ragam hias yang terdapat dalam karya kerajinan atau seni tradisional sering kali terdapat makna spiritual dan harapan tertentu.

Ragam hias asli Nusantara biasanya berbentuk realis atau hasil stilasi/penggayaan dan deformasi flora, fauna, figuratif, benda. Ada pula ragam hias bermotif abstrak dan hasil adaptasi pengaruh budaya luar, misalnya dari Tiongkok, India, dan Persia.

gambar-ragam-hias-pada-bahan-tekstil

A. Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Ragam hias tidak hanya digunakan untuk memperindah karya-karya seni kerajinan tradisional, namun sampai saat ini sangat mudah ditemukan pada banyak karya seni ataupun benda lain. Salah satunya adalah tekstil. Tekstil dalam kehidupan sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun sebenarnya terdapat sedikit perbedaan antara kedua istilah tersebut, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan.

Tekstil merupakan material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang yang dapat dikerjakan dengan cara penyuIaman, penjahitan, dan pengikatan. Tekstil juga dapat diartikan jalinan antara lungsi dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan benang. Proses pembuatan bahan tekstil dapat menggunakan alat tenun tradisional maupun modern.

Perkembangan ragam hias pada tekstil sangat pesat karena mengikuti mode dan trend fashion yang sentiasa berkembang. Ragam hias pada tekstil banyak diterapkan pada pakaian-pakaian adat yang ada di Indonesia. Penerapan ragam hias flora, fauna, dan geometris pada bahan tekstil banyak dijumpai pada produk kerajinan tekstil di berbagai daerah.

Bahan tekstil pada kehidupan masyarakat Indonesia tidak terlepas dari kebutuhan upacara adat terutama kain tradisional. Kain tradisional merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan upacara-upacara yang dilaksanakan di berbagai daerah Nusantara. Setiap adat memiliki kain tradisional sebagai bagian dari upacara. Pengertian ragam hias tekstil adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun secara berulang-ulang sesuai pola tertentu, diterapkan pada kain yang tujuannya untuk memperindah atau menghias.

B. Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara, yaitu :
1. Membatik
Pengertian secara umum batik tulis/klasik adalah sebuah teknik menahan warna dengan lilin malam secara berulang-ulang di atas kain, namun pada perkembangannya, batik dibuat menggunakan teknik celup, cap, sablon, dan printing

2. Menenun
Teknik pembuatan kain dengan cara memasukkan secara berselang-seling kelompok benang yang membujur (lungusi) ke dalam kelompok benang yang melintang (pakan)

3. Menyulam
Teknik pembuatan hiasan kain dengan media benang dan jarum jahit menggunakan keterampilan tangan secara manual

4. Membordir
Teknik pembuatan hiasan kain dengan media benang dan jarum jahit menggunakan bantuan mesin

5. Melukis
Teknik pembuatan hiasan pada kain menggunakan alat bahan kuas dan cat

Penerapan-ragam-hias-pada-bahan-tekstil


C. Jenis dan Sifat Bahan Tekstil

Seperti halnya berbagai media apapun, setiap bahan tekstil memiliki sifat yang berbeda-beda. Jenis bahan tekstil dapat diketahui dari perbedaan jenis benang dan teksturnya. Terdapat beberapa jenis bahan pembuatan tekstil. Secara umum terdapat dua jenis benang atau serat, yaitu benang dari bahan alam dan buatan. Di bawah ini merupakan penjelasan berbagai jenis bahan tekstil beserta sifatnya.

gambar-bahan-tekstil-alami

1. Bahan Tekstil Alami

Beberapa jenis bahan tekstil yang dihasilkan dari bahan alam sebagai bahan utama produk tekstil antara lain sebagai berikut;
a. Kapuk
Sifat bahan tekstil alami kapuk yaitu;
  • bahan tekstil alami kapuk diperoleh dari tanaman pohon randu (Ceiba Pentandra) yang tumbuh di Jawa dan Sumatra (Indonesia), Meksiko, Amerika Tengah, Karibia, Amerika Selatan bagian Utara dan Afrika Barat
  • disebut katun sutra karena mengkilap seperti sutera
  • tekstur halus
  • lemah
  • serat pendek
  • tahan terhadap kelembaban, cepat kering bila basah
  • digunakan untuk kasur, bantal, dan furnitur berlapis

b. Katun/Kapas
Sifat dari bahan tekstil alam katun/ kapas yaitu;
  • serat alami yang paling banyak digunakan dalam pakaian, tumbuh di sekitar biji tanaman kapas.
  • kekuatan cukup baik
  • elastisitas sangat rendah
  • kurang kuat dan rentan terhadap kerutan
  • jika dipakai nyaman dan terasa lembut
  • daya serap terhadap air baik
  • mengalirkan panas dengan baik
  • bisa rusak karena serangga, jamur, lumut dan ngengat
  • kekuatan serat dapat melemah jika dijemur menggunakan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama
  • umumnya digunakan sebagai bahan pakaian tenun dan rajutan
  • digunakan untuk bahan tekstil rumahan, misalnya handuk mandi, jubah mandi, penutup tempat tidur dan sebagainya
  • digunakan sebagai campuran dengan serat lain seperti poliester, spandeks dan sebagainya
  • lentur, mudah kusut, serta dapat disetrika dengan temperatur panas yang tinggi.

c. Sutra
Sifat dari bahan tekstil alam sutra yaitu;
  • terbuat dari serat kepompong ulat sutra
  • tekstur halus dan lembut, berkilau, licin, serta lentur
  • kuat, ringan, tetapi dapat kehilangan hingga 20% kekuatannya saat basah
  • jika terkena terlalu banyak sinar matahari dapat melemah
  • jika dibiarkan kotor, dapat dirusak oleh serangga
  • diterapkan untuk pembuatan kemeja, piyama, jubah, dasi, blus, gaun formal, pakaian mode kelas atas, setelan pria dan baju musim panas, penutup dinding, pelapis jok, dan hiasan dinding
  • banyak menyerap air dan nyaman saat digunakan.

d. Wol
Sifat dari bahan tekstil alam wol yaitu;
  • serat wol berasal dari bulu domba, memiliki tekstur serat yang relatif kasar dan berkerut dengan sisik pada permukaannya
  • higroskopis (mudah menyerap kelembaban)
  • tahan terhadap listrik statis
  • diterapkan untuk pembuatan jaket, jas, celana, baju hangat, topi, selimut, dan karpet
  • tidak mudah kusut, dapat menahan panas, sangat lentur, apabila dipanaskan menjadi lebih lunak.

e. Goni
Sifat dari bahan tekstil alam goni yaitu;
  • berasal dari tumbuhan rami (jute) atau rosela
  • serat termurah
  • tidak tahan lama karena cepat rusak bila terkena air dalam waktu lama
  • kekuatan kurang tidak bisa diubah warnanya menjadi putih bersih
  • diterapkan untuk pembuatan benang pengikat untuk karpet, kain kasar, karung dan sebagainya

gambar-bahan-tekstil-buatan

2. Bahan Tekstil Buatan

Selain bahan alam saat ini juga telah banyak diproduksi bahan tektil buatan. Beberapa janis bahan tekstil buatan antara lain sebagai berikut;
a. Nilon
Sifat bahan tekstil buatan nilon yaitu;
  • elastisitas tinggi
  • sangat kuat dan tahan lama
  • termoplastik
  • bisa menjadi sangat mengkilat atau kusam
  • tahan terhadap serangga, jamur, lumut dan kebusukan diterapkan untuk pembuatan stocking, parasut, dan kantong udara

b. Dakron
Sifat dari bahan tekstil buatan dakron yaitu;
  • nama asli yaitu polietilena tereftalat
  • mudah dicuci, cepat kering, tidak mudah kisut, dan mempunyai daya serap tinggi
  • agak keras, akan tetapi bisa digunakan untuk pengisian bantal, guling maupun boneka agar terlihat lebih terisi, terlihat rapi, memiliki bobot ringan dan mengembang dengan baik

c. Poliester
Sifat dari bahan tekstil buatan poliester yaitu;
  • termoplastik, bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan
  • kekuatan baik
  • hidrofobik (tidak menyerap)
  • diterapkan untuk pembuatan pakaian tenun dan rajutan, kemeja, celana, jaket, topi, seprai, selimut, dan bahan bantal

D. Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil

Salah satu unsur yang membuat suatu bahan tekstil menjadi indah adalah warna. Terdapat beberapa jenis pewarna tekstil. Sama dengan jenis bahan pembuatan serat/benang tekstil, secara umum terdapat dua jenis pewarna, yaitu alami dan buatan (sintetis). Pewarna alam dihasilkan dari ekstrak akar-akaran, buah, daun,kulit kayu maupun batang kayu. Sedangkan pewarna buatan (sintetis) dibuat dari bahan kimia/ buatan. Di bawah ini merupakan penjelasan kedua bahan pewarna tersebut :

bahan-pewarna-tekstil-alami

1. Pewarna Tekstil Alami

Pewarna tekstil alami memiliki sifat mudah luntur dan mudah pudar karena tidak tahan terhadap sinar matahari.
a. Kunyit (Curcuma domestica)
Kunyit merupakan pewarna tekstil alami yang dibuat dengan cara merebuat parutan kunyit. Warna yang dihasilkan dari bahan ini adalah warna kuning hingga jingga.

b. Kayu tingi (saga)
Kayu tingi merupakan bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami yang dibuat dengan mengolah kulit kayu dan getahnya. Warna yang dihasilkan dari bahan kayu tingi/ saga yaitu merah dan hitam.

c. Kesumba
Kesumba merupakan bahan dasar pewarna tekstil alami berbentuk biji-bijian. Warna yang dihasilkan dari biji kesumba yaitu warna merah atau kuning.

d. Tarum atau tom (Indigofera Tinctoria)
Tarum atau tom merupakan sejenis tanaman yang dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari rendaman daun tarum adalah warna biru.

e. Pinang (Areca Cathecu)
Biji buah pinang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna alami yang dihasilkan dari tumbukkan halus biji buah pinang tua adalah warna merah.

f. Suji (Dracaena angustifolia)
Tumbuhan suji juga dapat dibuat menjadi pewarna tekstil alami. Warna alami yang dihasilkan dari air hasil tumbukan halus tumbuhan ini yaitu warna hijau.

g. Kulit manggis (Garcinia mangostana)
Kulit buah manggis merupakan bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna yang dihasilkan dari kulit manggis yaitu biru, ungu dan merah. Warna tersebut diperoleh dengan cara menumbuk halus kulit manggis kemudian bubuk kulit manggis direndam menggunakan etanol dan dikeringkan.

h. Akar mengkudu (Morinda citrifolia)
Akar tanaman mengkudu merupakan salah satu bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna yang dihasilkan dari akar mengkudu ini yaitu warna merah kecoklatan.

i. Getah gambir
Gambir yaitu sejenis getah yang telah dikeringkan dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan. Warna merah tua hingga kecoklatan yang dihasilkan dari tumbuhan ini.

j. Jati (Tectona grandis)
Pucuk daun jadi juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari daun jati yaitu warna merah kecoklatan.

k. Angsana
Kayu dan daun tanaman angsana dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pewarna alami. Warna yang dihasilkan oleh kayu angsana yaitu warna merah sedangkan daunnya berwarna coklat kekuningan.

pewarna-tekstil-buatan-sintetis

2. Pewarna Tekstil Buatan/ Sintetis

Pewarna tekstil buatan memiliki sifat tidak mudah luntur dan tahan terhadap sinar matahari. Jenis pewarna naphtol digunakan dengan teknik celup, sedangkan pewarna indigosol dapat digunakan dengan teknik celup atau colet (lukis).
a. Naphtol
Zat warna naptol terdiri dari 2 komponen, yaitu naphtol sebagai komponen dasar dan garam diazonium atau garam naphtol sebagai komponen pembangkit warna.

b. Zat Warna Indigosol
Zat warna indigosol atau bejana larut adalah zat warna yang ketahanan lunturnya baik, berwarna merata dan cerah. Zat warna ini dapat dipakai dengan cara pecelupan dan coletan. Warna dapat timbul setelah dibangkitkan dengan Natrium Nitrit dan Asam/Asam sulfat atau Asam florida.

c. Zat Warna Rapid
Zat warna rapid biasanya digunakan untuk coletan jenis rapid fast. Zat warna rapid merupakan campuran dari komponen naphtol dan garam diazonium yang distabilkan, yang paling banyak dipakai biasanya rapid merah, karena berwarna lebih cerah dan tidak ditemui di kelompok indigosol.

d. Zat Warna Pigmen
Pemakaian pada bahan tekstil membutuhkan zat pengikat yang membantu pengikatan zat warna tersebut dengan serat. Zat warna pigmen umumnya digunakan untuk cetak saring dan kurang cocok digunakan pada teknik celup.

e. Cat Tekstil
Cat Tekstil berbahan dasar air. Cat jenis ini khusus digunakan untuk melukis di atas kain. Cat ini cocok untuk kegiatan melukis sepatu kanvas, tas kain atau t-shirt. Setelah cat mengering kain yang dilukis harus disetrika, namun besi setrikaan jangan langsung mengenai lukisannya.

f. Cat Akrilik
Merupakan salah satu jenis cat yang cukup awam dipakai untuk melukis. Cat ini adalah janis cat yang terbuat dari plastik dengan dasar polietilen dan mengeras saat kering. Cat akrilik dapat dicampur dengan air, tetapi menjadi tahan air apabila kering. Lukisan berbahan cat akrilik mampu menyerupai lukisan cat air atau lukisan cat minyak.

E. Apa Fungsi Ragam Hias pada Bahan Tekstil?

Ragam hias merupakan corak hias pada permukaan benda hasil kerajinan. Ragam hias dapat berupa bentuk alami maupun gubahan/ stilasi dari bentuk hewan, tumbuhan, manusia, bentuk geometris, abstrak, dll.
Adapun fungsi ragam hias pada bahan tekstil, yaitu:
  1. Dapat menambah nilai-nilai estetika atau nilai-nilai keindahan pada sebuah karya kerajinan dari bahan tekstil. Nilai-nilai estetika dapat dihasilkan jika ragam hias yang dibuat pada bahan tekstil tersebut dapat menambah keindahan sehingga dapat dinikmati oleh orang banyak.
  2. Dapat menambah nilai ekonomis/nilai jual produk. Jika ragam hias tersebut menghasilkan nilai estetika, tentu produk tersebut akan banyak diminati pembeli dan dapat menghasilkan keuntungan.
  3. Menambah daya tarik pembeli. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, barang-barang yang indah akan banyak diminati oleh pembeli.
  4. Menambah nilai seni pada produk. Artinya barang yang mendapat sentuhan hiasan/ dihias akan terlihat fungsinya sebagai barang karya seni.
  5. Mewariskan kebudayaan dari proses pembuatannya. Artinya apabila orang yang telah ahli dalam pembuatan ragam hias pada bahan tekstil, ada baiknya dapat menurunkan ilmu/ keahliannya pada teman-teman, anak, saudara, dll.

F. Teknik Menggambar Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda, misalnya batik, sulam, bordir, songket, sablon, tenun ikat, dan lukis. Salah satu penerapan ragam hias adalah teknik lukis yang diterapkan pada tas kain. Tas kain atau totebag terbuat dari bahan kain yang menyerap cat. Menggunakan pewarna misalnya cat tekstil atau cat sablon dengan alat kuas.

Berikut ini contoh penerapan ragam hias pada tas kain atau totebag, dengan teknik menggambar. Perhatikan gambar dan langkah-langkahnya berikut ini;

penerapan-ragam-hias-pada-bahan-tekstil

1. Siapkan gambar rancangan ragam hias di atas kertas.
2. Siapkan tas kain atau totebag yang akan dihias dan berilah alas dari bahan karton atau tripleks di dalamnya agar pengecatan tidak akan tembus ke belakang
3. Pindah gambar rancangan ragam hias ke permukaan tas kain dengan pensil
4. Selanjutnya memberikan warna-warna yang menarik pada gambar rancangan dipermukaan kaos dengan menggunakan alat kuas
5. Setelah selesai pewarnaan, lanjutkan dengan finishing, lalu keringkan hasil gambar ragam hias dengan hair dryer atau dijemur

Memahami Unsur, Prinsip, Teknik, Prosedur Berkarya Seni Lukis Dengan Berbagai Bahan dan Teknik

ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH

MAPEL:
SENI BUDAYA DAN PRAKARYA

MATERI : 
Memahami Unsur, Prinsip, Teknik, Prosedur Berkarya Seni Lukis Dengan Berbagai Bahan dan Teknik
SEBELUMNYA MARI KITA BERDOA TERLEBIH DAHULU

DOA MAU BELAJAR 
يافَـتَّاحُ يَاعَلِيْـمُ
YAA FATTAA_HU YAA 'ALIIIM
wahai Alloh yang Maha Pembuka lagi Maha Mengetahui

إِفْتَحْ لَنَا بَابَنَا بِالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
IFTA_H LANA BAABANAA BIL-QUR'AANIL 'ADHIIM
bukakanlah pintu (hati) kami sebab Al-Qur'an yang agung

نَصْرٌ مِنَ الله وفَتْحٌ قَرِيْبٌ
NASHRUM-MINALLOHI WAFAT_HUN-QORIIB
Pertolongan hanya dari Alloh sedangkan kesuksesan telah dekat

وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ
WABASY-SYIRISH-SHOOBIRIIN
dan bergembiralah orang-orang yang sabar.

…رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِيْ
ROBBISY-RO_HLII SHODRII
Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيْ
WAYASSIRLII AMRII
dan mudahkanlah untukku urusanku,
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِيْ
WA_HLUL ‘UQDATAN MIN LISAANII
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku
يَفْقَهُوا قَوْلِيْ
YAFQOHUU QOULII
supaya mereka mengerti perkataanku.

(QS. Thoha, j;16 a;25-28 s;20)

UNTUK SELANJUTNYA SIMAK MATERI BERIKUT INI:

KD. 3.1 MEMAHAMI KONSEP, UNSUR, PRINSIP, BAHAN, DAN TEKNIK DALAM PROSES BERKARYA SENI RUPA

PENJELASAN:

1.Seni rupa adalah adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang ditangkap oleh mata dan dirasakan dengan rabaan. Seni rupa juga diartikan sebagai hasil ciptaan kualitas, hasil, ekspresi, atau alam keindahan atau segala hal yang melebihi keasliannya serta klasifikasi objek-objek terhadap kriteria tertentu yang diciptakan menjadi suatu struktur sehingga dapat dinikmati menggunakan indera mata dan peraba.

2.Lahirnya suatu karya seni bersumber dari ide, yang lalu berkembang menjadi suatu konsep yang dituangkan di suatu medium.

3.Konsep adalah gambaran awal tentang sesuatu atau disebut sebagai teori awal yang mendasari suatu kegiatan (aktivitas).

4.Terciptanya karya seni melalui beberapa tahap yang tidak dapat terpisahkan, yakni sebagai berikut : a.Konsep Seni yang Berada dalam Tahapan Aktivitas Jiwa
b.Proses Ekspresi atau Proses Penuangan Ide

5.karya seni rupa dua dimensi adalah Seni rupa dua dimensi adalah suatu karya seni rupa yang memiliki dua sisi saja, yaitu sisi panjang dan lebar, sehingga tidak mempunyai ruang karena tidak mempunyai unsur ketebalan

6.Karya seni rupa dua dimensi menurut jenisnya :
a.Seni Lukis
b.Seni Grafis (Cetak)
c.SENI PHOTOGRAFI
d.SENI FILM
e.SENI DESAIN
 f.SENI TEKSTILE

7.Fungsi seni rupa terapan terbagi menjadi dua bagian yaitu sebagai fungsi terapan dan fungsi murni sesuai dengan teori yang dibuat oleh Charles Batteaux (1713 -1780 )

8.Unsur seni rupa mempunyai arti komponen utama atau media dari mana sebuah karya seni rupa dibuat, dan terbagi menjadi :
a.Titik
b.Garis
c.Bidang
d.Bentuk
e.Ruang
f.Warna
g.Tekstur

9.Prinsip seni rupa adalah prinsip yang menunjang bagaimana beberapa unsur dalam sebuah karya digabungkan sehingga memiliki nilai seni, dan terdiri dari :
a.Harmony
b.Kesatuan
c.Keseimbangan
d.Irama
e.Proporsi
f.Penekanan

10.Bahan berkarya seni rupa adalah material habis pakai yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa itu.

11.Berdasarkan sifat materialnya, bahan berkarya seni rupa ini dapat juga dikategorikan ke dalam bahan keras dan bahan lunak, bahan cair dan bahan padat dan sebagainya

12.Teknik karya seni rupa adalah proses dalam menciptakan sebuah karya seni rupa.

BACA PELAN2, TIDAK USAH TERGESA-GESA, PAHAMI HINGGA PAHAM BETUL


Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

Leo Tolstoy “Sumardjo, 2000:62”
Menurutnya, seni lukis adalah ungkapan perasaan pencipta yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis.

Sukaryono 1998:7
Menurutnya, seni lukis adalah ungkapan isi hati dan perasaan yang disebut sebagai bahasa seniman yang dikomunikasikan.

Thomas Munro “Mikke Susanto, 2002:101”
Menurutnya, seni lukis adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya.

Soedarso SP “Mike Susanto, 2002:101”
Menurutnya, seni lukis adalah Karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya, pengalaman batin tersebut disajikan secara indah sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya.

Soedarso Sp “1990:11”
Menurutnya, Lukis merupakan cabang dari seni rupa yang cara pengungkapannya diwujudkan melalui karya dua dimensional dimana unsur-unsur pokok dalam karya dua dimensional ialah garis dan warna.

Soni Ade & Imam R
Menurut mereka, Lukis merupakan kekuatan peradaban manusia, kekuatan budaya, karena dalam melakukan lukis kita dilatih untuk jeli, cermat dan teliti dalam mengamati berbagai fenomena alam dan kehidupannya.

Suyanto “2014”
Menurutnya, Seorang seniman lukis mengatakan bahwa seni lukis merupakan karya seni rupa yang dituangkan dalam bentuk lukisan hasil dari ekspresi jiwa seorang seniman.

Herbert Read
Menurutnya, seni lukis adalah kegiatan rohani yang merefleksikan pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa.

Myers “1962:156”
Menurutnya, seni lukis mengungkapkan nilai-nilai intelektual, emosional, simbolis, religius dan nilai-nilai subyektif yang lain.

M. Adler
Menurutnya, Seni lukis dapat diartikan sebagai sesuatu yang memberikan kesenangan.

Aristoteles
Menurutnya, Seni lukis adalah sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.

Slamet Riyanto
Menurutnya, Seni lukis adalah salah satu bagian dan ilmu desain grafis.

Jim Supangat
Menurutnya, Seni lukis adalah suatu upaya menegaskan kembali pengalaman masa lalu pada konteks sekarang.

Noryan Bahari
Menurutnya, Seni lukis dalam bahasa ungkapan pengalaman artistik dan ideologi seseorang.

Harry Sulastianto
Menurutnya, Seni lukis adalah cabang seni rupa mumi yang berwujud dua dimensi, biasanya dilakukan di atas kanvas dengan menggunakan cat minyak atau cat akrilik.

Suwarso Wisetrotomo, M Dwi Marianto dan Endah Nawang N
Menurut mereka, Seni lukis adalah sebuah pengabdian dalam gambar, perjalanan pengalaman hidup.

Galeria Fasya Art Studio
Menurut Galeria Fasya Art Studio, Lukis merupakan cabang atau bagian dari seni rupa dimana wujud dari lukis itu sendiri merupakan karya dua dimensi “dwi matra”, walaupun memiliki dasar pengertian yang sama dengan seni rupa, namun lukis memiliki arti yang lebih karena lukis merupakan sebuah pengembangan yang lebih utuh dari sekedar menggambar.

Teknik Seni Lukis

Teknik Arsir

Ada dua jenis teknik dasar arsir yang umum dipergunakan, yakni arsir searah dan arsir silang. Dalam pembuatan arsir searah, kita hanya perlu membuat barisan garis sejajar secara vertikal atau horizontal sesuai dengan bentuk gambar yang telah kamu buat dan ingin kamu arsir.

Sementara dalam teknik silang, yang perlu kamu lakukan adalah membuat barisan garis saling menyilang di bagian yang kamu kehendaki. Selain dua teknik dasar tersebut ada juga yang namanya teknik arsir kombinasi dan teknik arsir pola. Mari kita lihat contoh gambar berikut ini.

Gambar Teknik Arsir Sejajar

gambar teknik arsir sejajar

via weeklydoodles.blogspot.com

Perhatikan garis-garis dalam gambar kepala tersebut. Arsiran juga tak digunakan semata-mata untuk memberikan warna gelap, tapi juga digunakan untuk membuat pola rambut dan memberikan aksen wajah.

Arsiran tersebut merupakan arsiran searah yang artinya dalam pengarsirannya tidak ditemukan silangan antar garis. Perhatikan contoh arsiran lainnya berikut ini.

Gambar Teknik Arsir Silang

Gambar teknik arsir silang
via drawingmart.com

Pada gambar tersebut kita bisa melihat berbagai pola teknik arsir silang. Tentunya teknik ini bisa lebih gelap jika dibandingkan dengan arsir searah dan memiliki kerapatan yang baik. Namun yang terpenting adalah timbulnya kesan berbeda dari teknik arsir searah.

Pada praktiknya, kedua teknik arsir tersebut sering dipergunakan bersamaan. Coba lihat gambar ini.

Gambar Teknik Arsir Searah dan Silang

gambar teknik arsir searah dan silang
via juliasattout.com

Pada gambar tersebut kita bisa melihat objek gambar dimana pada beberapa bagian dipergunakan teknik arsir silang sementara dibagian lainnya hanya menggunakan teknik arsir searah.

Teknik arsir silang memang lebih beragam jenisnya jika dibandingkan dengan teknik arsir searah sebagaimana yang bisa kita temui pada contoh arsiran berikut ini.

Gambar Jenis-jenis Teknik Arsir Silang

Gambar jenis-jenis teknik arsir silang

Teknik Perspektif

Sebelum mengulas beberapa hal tentang teknik menggambar perspektif, ada baiknya kita tahu dulu apa sih yang dimaksud sebagai gambar perspektif.

Gambar perspektif merupakan salah satu jenis gambar yang mengkomunikasikan objek tertentu sebagaimana yang terlihat oleh mata melalui sudut pandang tertentu.

Tentu sudut pandang inilah yang disebut sebagai perspektif, atau cara mata melihat dari visual yang paling depan hingga batas mata atau ujung yang tak bisa lagi dilihat oleh mata.

Gagasan utama dalam gambar perspektif adalah keberadaan batas mata memandang atau yang disebut sebagai titik hilang (titik infiniti), yakni sebuah titik ketika objek sudah tak bisa lagi dikenali bentuknya alias hanya berupa titik.

Dari titik hilang inilah kemudian gambar perspektif bisa dibedakan menjadi tiga berdasarkan jumlah titik hilangnya, yakni gambar perspektif dengan satu titik hilang, gambar perspektif dengan dua titik hilang, dan gambar perspektif dengan tiga titik hilang.

Gambar perspektif dengan satu titik hilang merupakan gambar perspektif yang menempatkan titik hilang tepat berada di depan mata. Umumnya, titik hilang akan berada di tengah atau pusat gambar. Untuk lebih jelasnya simak gambar berikut ini.

Gambar Perspektif Satu Titik Hilang 1

gambar perspektif satu titik hilang 1

via drawingsdaily.com

Gambar Perspektif Satu Titik Hilang 2

gambar perspektif satu titik hilang 2

via youtube.com

Berbeda dengan gambar perspektif dengan satu titik hilang, gambar perspektif dengan dua titik hilang menempatkan kedua titik tersebut pada ujung garis horzontal sisi kanan dan kiri.

Tarikan dari kedua garis tersebut akan menjadi titik temu sisi-sisi bentuk yang akan digambar sehingga kita bisa melihat objek tersebut dari dua perspektif, kanan dan kiri. Lihat gambar berikut ini.

Gambar Perspektif Dua Titik Hilang 1

gambar perspektif dua titik hilang 1

via drawingzoro.com

Gambar Perspektif Dua Titik Hilang 2

gambar perspektif dua titik hilang 2

via everyonecandraw.net

Sementara pada gambar perspektif yang menggunakan tiga titik hilang, kita akan mendapatkan objek yang seolah-olah tampak dari atas mirip gambar yang ditangkap oleh cctv yang ditempatkan di atas bagunan.

Gambar Perspektif Tiga Titik Hilang 1

gambar perspektif tiga titik hilang 1

via drawingbingo.com

Secara teknik gambar perspektif dengan tiga titik hilang adalah seperti yang terlihat pada gambar di atas dan untuk praktiknya atau hasil jadinya bisa dilihat dalam gambar berikut ini.

Gambar Perspektif Tiga Titik Hilang 2

gambar perspektif tiga titik hilang 2

via youtube.com

Tentunya menggambar perspektif dengan tiga titik hilang akan jauh lebih rumit jika dibandingkan dengan menggunakan satu atau dua titik hilang.

Sejauh ini, jenis gambar perspektif paling banyak hanya menggunakan tiga titik hilang dan yang paling sering digunakan adalah gambar perspektif dengan satu dan dua titik hilang untuk kepentingan pembuatan desain baik desain interior atau sketsa bangunan.

Teknik Aquarel
Teknik aquarel adalah teknik melukis dengan menggunakan car air (aquarel) dengan sapuan warna tipis sehingga lukisan yang dihasilkan transparan.

Teknik Plakat/Blok
Teknik plakat adalah teknik melukis dengan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan tebal dan komposisi yang tebal sehingga memberi kesan yang colorful pada karya yang dihasilkan.

Gambar Blok Siluet Positif

gambar blok siluet positif

via aliexpress.com

Pada gambar tersebut, kita bisa lihat bahwa yang diblok atau diberi warna penuh justru adalah backgroundnya sehingga kita bisa melihat objek utama justru tidak berwarna. Selanjutnya mari kita lihat gambar blok siluet negatif pada gambar berikut ini.

Gambar Blok Siluet Negatif

gambar blog siluet negatif







Sebagai catatan, siluet ini idealnya memang hitam dan putih, namun tak menutup kemungkinan warna yang digunakan adalah warna lain sejauh tekniknya sama. siluet positif dan negatif inipun juga bisa dikombinasikan sebagaimana terlihat dalam gambar berikut ini.

Gambar Blok Kombinasi Siluet Positif dan Negatif

Gambar blok kombinasi siluet positif dan negatif
via michaelnguyenblog.wordpress.com

Gambar tersebut merupakan perpaduan dari gambar siluet positif dan negatif dimana warna hitam dan putih melebur dan saling menutup. Back ground utama tentu adalah warna putih, namun pada objek utama yang berwarna hitam, kamu bisa menemukan objek-objek kecil di dalamnya dengan warna putih.

Teknik Dussel/Gosok

Teknik menggambar dussel atau gosok ini termasuk teknik yang sulit untuk dilakukan dan perlu latihan berulang kali agar bisa melakukannya dengan baik sebab teknik ini sama artinya dengan menciptakan gradasi warna yang halus.

Misalnya kita menggambar menggunakan pensil, maka setelah selesai kita gosok hasil goresan pensil tersebut dengan jari-jari tangan ke arah yang kita kehendaki sehingga goresan pensil tersebut kabur dan warnanya menyebar ke arah gerak jari-jari kita yang digunakan untuk menggosok.

Tentu menggambar dengan teknik ini bukan artinya sekali gosok selesai. teknik ini bisa dilakukan berulang kali untuk mendapatkan gradasi warna atau ketebalan yang diinginkan.

Apabila kita telah menyelesaikan gambar tersebut, hasil gambar dari teknik dussel ini umumnya akan terlihat menarik dan terkesan gambar profesional mengingat teknik ini bukan teknik untuk pemula. Yuk kita lihat gambar berikut ini.

Gambar Teknik Dussel 1

gambar teknik dussel 1

via youtube.com

Pada gambar tersebut kita bisa perhatikan sapuan warna halus dari pensil pada bagian bibir dan beberapa bagian lainnya dan jenis pewarnaan itu hanya bisa dilakukan dengan teknik gosok, atau dengan menggosokkan garis gambar utama ke arah dalam sehingga garis utama itu akan kabur dan dibagian tepi garis tersebut akan berwarna halus.

Ketebalannya tentu bisa dimainkan dan dieksplorasi. Yuk kita lihat contoh hasil jadi lainnya dari teknik gosok ini.

Gambar Teknik Dussel 2

gambar teknik dussel 2


Teknik Spray
Teknik spray adalah teknik melukis dengan car menyemprotkan cat ke media lukis. Dengan menggunakan teknik ini, lukisan yang dihasilkan lebih halus dan tampak lebih visual, contohnya graffiti.

Teknik Linier/Garis

Teknik menggambar linier sebetulnya mirip dengan teknik gambar arsir.Apabila pada gambar arsir kita akan membuat arsiran pada bagian-bagian tertentu saja, misalnya dibagian tepi kanan atau kiri, atas atau bawah, maka pada gambar linier ini kita akan membuat garis-garis baik lurus atau lengkung dengan kerapatan dan ketebalan tertentu pada seluruh permukaan objek gambar.

Coba lihat pada contoh gambar berikut ini.

Gambar Teknik Linear/Garis 1

Gambar teknik linear/garis1

via www.artmajeur.com

Contoh gambar tersebut merupakan contoh yang bagus untuk dijadikan latihan dan hasilnyapun sudah bisa dinikmati lho meski hanya membentuk objek-objek abstrak atau geometris saja. Nah untuk aplikasi lainnya, mari lihat gambar berikut ini.

Gambar Teknik Linear/Garis 2

gambar teknik linier 2

via pinterest.com

Umumnya teknik linear ini dipergunakan untuk menggambar objek-objek seperti rambut, bulu mata, alis, bulu hewan, rerumputan, dan beragam objek lainnya yang tampak seperti kumpulan garis. 

Teknik Pointilis/Titik-titik
Teknik pointilis adalah teknik melukis dengan menggunakan titik-titik untuk menghasilkan lukisan yang menawan. Melukis menggunakan teknik ini membutuhkan kesabaran. Pelukis sering menggunakan gradasi warna untuk mengatur gelap terang pada lukisan.

Gambar Teknik Pointilis

gambar teknik pointilis

Teknik Tempera
Teknik tempera adalah teknik lukis dengan cara menggunakan kuning telur dalam cat sebagai bahan perekat. teknik ini biasanya digunakan pada media kayu, kanvas, ataupun tembok.

Teknik Aquarel (Sapuan Tipis)/Basah
Teknik basah adalah teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan minyak cat/cat air atau linseed oil, setelah diencerkan barulah di aplikasikan pada kanvas.

Gambar Teknik Aquarel

gambar teknik aquarel


Teknik Kering
Teknik kering adalah teknik melukis dengan menggunakan cat minyak tanpa menggunakan minyak cat.

Teknik Sketsa

Teknik Menggambar Sketsa

Gambar sketsa bisa dibilang sebagai gambar yang tak selesai dan memang sengaja seperti itu sebab tujuannya adalah untuk membuat sketsa atau akan ditindak lanjuti dengan cara lainnya kelak, misalnya untuk dilukis dengan cat.

Meski disebut sebagai gambar sketsa, namun apabila ditata sedemikian rupa, gambar sketsa ini bisa berdiri sebagai gambar mandiri lho yang artinya memang bisa dinikmati demikian adanya tanpa dipermak lagi dengan cat.

Gambar sketsa ini juga disebut sebagai gambar dengan teknik dasar. Biasanya gabar sketsa ini akan diselesaikan dengan teknik lainnya seperti teknik arsir atau dussel.

Umumnya, gambar sketsa ini digambar dengan goresan halus yang mudah dihapus atau ditutup dengan teknik lainnya dan dalam gambar sketsa tidak diharuskan muncul detail khusus karena sifatnya adalah sketsa atau rancangan gambar. Lihat contoh berikut ini.

Gambar Sketsa Figur

gambar sketsa figur


Teknik Campuran
Teknik ini merupakan teknik melukis perpaduan antara teknik basah dan teknik kering. teknik ini biasanya diawali dengan penggunaan teknik kering dahulu kemudian teknik basah dengan cara memblok warna sembari menambahkan intensitas minyak cat secara perlahan hingga lukisan jadi.

Unsur-Unsur Seni Lukis

Terdapat 2 unsur dalam sei lukis yaitu unsur visual dan unsur non visual:

Unsur Visual

Unsur visual dalam seni lukis antara lain:

  • Garis (line)
  • Bidang (field)
  • Ruang (space)
  • Warna (color)

Unsur Non Visual

Unsur non visual dalam seni lukis antara lain:

  • Imajinasi
  • Pandangan hidup dan pengalaman
  • Konsep
  • Sikap estetik dan aritstik

Alat dan Bahan Seni Lukis

Alat

Alat yang digunakan dalam melukis antara lain:

  • Kuas
  • Palet
  • Alat pembersih kuas
  • Pisau palet
  • Easel (penjepit kanvas)

Bahan

Cat/Tinta, cat/tinta yang biasanya digunakan dqalam melukis antara lain: Cat air, cat minyak, cat poster, cat akrilik, cat tekstil, dan tinta bak. Selain menggunakan cat antau tinta, kalian dapat menggunakan pensil warna ataupun pastel /crayon.

Media lukis, media yang digunakan untuk melukis diantaranya kertas, kanvas, dinding atau yang lainnya.

Aliran-Aliran Seni Lukis Beserta Tokohnya

Naturalisme
Naturalisme adalah aliran seni lukis yang berusaha menampilkan lukisan objek yang sama persis dengan keadaaan alam. Tokoh yang mengikuti aliran ini antara lain: Reden saleh, Basuki Abdullah, Gambir Anom, Abdullah Sudrio Subroto, Frans Hall dan William Hogart.

Realisme
Realisme adalaha aliran seni lukis yang melukis sesuai dengan keadaan yang nyata atau benar-benar ada. Tokoh yang menganut aliran ini antara lain Fransisco de Goya, Gustove Corbert, dan Honore Daumier.

Romantisme
Romantisme adalah aliran seni lukis yang ingin menampilakan nilai-nilai indah, irasionak, fantastik dan absurd serta biasanya menceritakan kisah romantis atau dramatis. Tokoh yang menganut aliran ini antara lain Raden Saleh, Gerriwult, dan Theobore.

Ekspresionisme
Ekspresionisme adalah aliran seni lukis yang mengutamakan curahan pelukisnya secara bebas baik dari batin, imajinasi atau perasaan. Tokoh yang menganut aliran ini antara lain : Popo Iskandar, Paul Gaugiuin, Vincent Van Gogh, Ernast Ludwig, Emile Nolde, Karl Schmidt, JJ. Kandinsky, Affandi, Zaini dan Paul Klee.

Impresionisme
Impresionisme adalah aliran seni lukis yang lebih mengutamakan kesan selintas pada suatu objek yang dilukiskan. Tokoh yang menganut aliran ini antara lain : Casmile Pissaro, Claude Monet, Aguste Renoir, SIsley, Kusnadi, Solichin, Edward Degas, Mary Cassat, dan Afandi.

Kubisme
Kubisme adalah aliran seni rupa yang berusaha menampilkan abstraksi objek dalam bentuk geometri tertentu untuk mendapatkan nilai seni dan sensasi. Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Pablo Picasso, Gezanne, Metzinger, Albert Glazes, Braque, Fernand Leger, Francis Picabia, Robert Delaunay, dan Juan Gris.

Fauvisme
Tokoh yang menganut aliran ini antara lain : Andre Dirrain, Henry Matisse, Rauol Dufi, Maurice de Vlamink, dan Kess Van Dongen.

Dadaisme
Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Max Ernst, Juan Gross, Marcel Duchamp, Hans Arp, dan Picabia.

Futurisme
Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Severini, Boccioni, Umberto, Carlo Cara, Gioccomo Ballad, dan Ruigi Russalo.

Surealisme
Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: alvador Dali darl Andre Masson. Joan Miro, Sudiardjo, dan Amang Rahman.

Konstruktivisme
Tokoh yang menganut aliran ini antara lain:Laszlo Moholy-nagy, Victor Pasmore, Liubov Popova, Oskar Schlemmer, dan Naum Gabo.

Post Modern atau Kontemporer
Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Sprinka, Jim Nyoman Nuarta, Supankat, dan Angelina P.

Popular Art atau Pop Art
Tokoh yang menganut aliran ini antara lain:George Segal, Tom Wasselman, Claes Oldenburg, Yoseph Benys, dan Cristo.

Abstraksionisme
Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Wassily kadinsky dan Naum Goba.

Neo-Klasik
Tokoh yang menganut aliran seni ini antara lain: Jean August Dominique Ingres.

Contoh Seni Lukis

 

DEMIKIAN MATERI PELAJARAN PADA HARI INI

SILAHKAN ISI DAFTAR HADIR DI BAWAH INI, KLIK PADA GAMBAR



SENI GRAFIS

Yuk Mulai : Cetak Tinggi Pelepah Daun Pisang :  https://www.youtube.com/watch?v=EKGYuKSF91U&t=319s Cetak Tinggi Kentang :  https://www.y...